Pendahuluan
Piretrum (Pyrethrum cinerariaefolium Trev.) adalah tanaman yang terkenal di dunia pertanian dan kesehatan lingkungan sebagai sumber insektisida alami. Bunganya mengandung bahan aktif yang mematikan bagi serangga namun relatif aman bagi mamalia, menjadikannya bahan baku utama obat nyamuk bakar dan semprotan serangga organik.
Deskripsi Botani
Piretrum adalah tanaman semak yang tumbuh setinggi 20-70 cm. Batangnya berkayu, bulat, dan berwarna merah muda dengan permukaan kasar. Daunnya majemuk dan bercangap dalam, menyerupai daun pakis, dengan warna hijau keperakan (oleh karena itu nama spesiesnya cinerariaefolium yang berarti ‘berdaun abu-abu’).
Bunganya berbentuk bongkol (capitulum) khas famili Asteraceae (Compositae), menyerupai bunga krisan atau daisy. Mahkota bunga tepi berwarna putih melingkar, sedangkan bunga tabung di bagian tengah berwarna kuning. Tangkai bunganya cukup panjang, sekitar 15 cm.
Kandungan Kimia
Bunga Piretrum mengandung senyawa aktif yang disebut piretrin (termasuk cinerin dan jasmolin). Selain itu, analisis fitokimia juga menemukan adanya alkaloida, saponin, flavonoida, tanin, dan polifenol.
Kegunaan: Pengusir Nyamuk Alami
Pemanfaatan utama Piretrum bukanlah untuk dikonsumsi, melainkan sebagai pengendali hama lingkungan, khususnya nyamuk.
- Mencegah Nyamuk: Asap atau aroma dari bunga ini sangat tidak disukai nyamuk dan dapat melumpuhkan sistem saraf serangga.
Cara Penggunaan
Untuk menggunakan bunga Piretrum sebagai pengusir nyamuk secara tradisional:
- Siapkan bunga Pyrethrum cinerariaefolium yang sudah dikeringkan sebanyak kurang lebih 50 gram.
- Letakkan bunga tersebut di wadah tahan panas (seperti anglo kecil).
- Bakar bunga tersebut sehingga menghasilkan asap (seperti membakar dupa atau obat nyamuk bakar).
- Letakkan di dalam ruangan yang ingin dibebaskan dari nyamuk. Pastikan ventilasi udara tetap ada agar asap tidak terlalu pekat mengganggu pernapasan manusia.
Habitat
Tanaman ini tumbuh baik di dataran tinggi dengan suhu yang sejuk. Di Indonesia, budidaya Piretrum sering ditemukan di daerah pegunungan seperti Dieng atau Lembang.

