Pendahuluan
Delima (Punica granatum L.) adalah tanaman buah yang telah dibudidayakan sejak zaman kuno. Berasal dari wilayah Persia hingga India utara, kini Delima tersebar di seluruh daerah tropis dan subtropis. Selain buahnya yang segar dan kaya antioksidan, berbagai bagian tanaman ini memiliki khasiat obat yang kuat.
Deskripsi Tanaman
Delima tumbuh sebagai perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2-5 meter. Batangnya berkayu, bercabang banyak, rantingnya bersegi, dan seringkali berduri pada ketiak daunnya. Daunnya tunggal, berbentuk lanset dengan permukaan mengkilat, tumbuh berhadapan atau tersebar. Panjang daun berkisar 1-8 cm.
Bunganya tunggal atau berkelompok di ujung cabang, berwarna merah terang atau kuning pucat, dengan kelopak yang keras. Buahnya adalah tipe buni yang unik, berbentuk bulat dengan diameter 5-12 cm, berkulit tebal dan liat. Di dalamnya terdapat ratusan biji yang masing-masing dibungkus oleh salut biji (aril) yang berair dan berwarna merah atau merah jambu.
Kandungan Kimia
Kompleksitas kandungan kimia Delima sangat tinggi. Akar, kulit batang, buah, dan bunganya mengandung saponin dan flavonoida. Kulit buah dan kulit batang sangat kaya akan tanin (punicalagin). Akar mengandung alkaloida (pelletierine) yang bersifat toksik terhadap cacing pita.
Manfaat Kesehatan
Dalam pengobatan tradisional Indonesia, akar Delima dihargai karena khasiatnya sebagai:
- Obat Cacing: Sangat ampuh untuk mengeluarkan cacing pita dan cacing jenis lain dari dalam usus.
- Obat Mencret: Sifat astringen dari tanin membantu mengatasi diare.
- Obat Batuk: Meredakan iritasi tenggorokan.
Resep Tradisional Obat Cacing
Penggunaan akar Delima memerlukan kehati-hatian. Berikut adalah cara penyiapannya:
- Siapkan akar segar Punica granatum sebanyak kurang lebih 10 gram.
- Cuci bersih akar tersebut dari tanah.
- Rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit.
- Dinginkan dan saring air rebusannya.
- Minum ramuan ini sekaligus.
Catatan: Karena kandungan alkaloidnya yang kuat, penggunaan akar delima sebaiknya tidak berlebihan.
Habitat
Delima menyukai tanah gembur yang tidak terendam air. Tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan atau sebagai tanaman buah di kebun.

