Tuberkulosis di Indonesia 2026: Gejala, Pengobatan, dan Strategi Eliminasi TB
Indonesia menempati peringkat kedua dunia untuk kasus tuberkulosis (TB) setelah India. Pada 2025, diperkirakan lebih dari 1 juta orang terdiagnosis TB dengan sekitar 134.000 kematian setiap tahunnya. Kementerian Kesehatan RI bersama WHO sedang menyusun Rencana Strategis Nasional TB 2026–2030 untuk mengatasi epidemi ini. Artikel ini membahas gejala TB, tantangan pengobatan, dan strategi eliminasi TB di Indonesia.
—
Apa Itu Tuberkulosis (TB) dan Mengapa Berbahaya?
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyerang bagian tubuh lain seperti kelenjar getah bening, tulang, ginjal, dan otak.
Statistik TB di Indonesia
| Tahun | Kasus TB | Kematian | Insidensi (per 100.000) |
|---|---|---|---|
| 2023 | ~969.000 | ~134.000 | ~354 |
| 2022 | ~824.000 | ~128.000 | ~301 |
| 2021 | ~724.000 | ~120.000 | ~265 |
| 2015 | ~1.020.000 | ~106.000 | ~398 |
Sumber: WHO Global TB Report 2025, Kemenkes RI
Tren Mengkhawatirkan
- 2015–2023: Insidensi TB naik 19%
- 2015–2023: Kematian TB naik 26%
- 2023: Sekitar 140.000 kasus tidak dilaporkan atau tidak terdiagnosis
- 1 dari 4 pasien TB tidak terdeteksi
—
Gejala Tuberkulosis: Kenali Tanda Awalnya
TB dapat bersifat laten (tidak menular) atau aktif (menular). Mengenali gejala TB aktif penting untuk penanganan dini.
Gejala TB Paru (Pulmonary TB)
Gejala paling umum TB paru:
| Gejala | Frekuensi | Karakteristik |
|---|---|---|
| Batuk berdahak >2 minggu | 90% | Dahak berwarna kuning/hijau, kadang berdarah |
| Demam | 70% | Demam ringan di sore/malam |
| Berkeringat malam | 60% | Berkeringat dingin saat tidur |
| Penurunan berat badan | 80% | Turun >10% dalam 3 bulan |
| Lemas dan kelelahan | 85% | Tidak membaik dengan istirahat |
| Nyeri dada | 40% | Nyeri saat bernapas atau batuk |
Gejala TB Ekstraparu (Di Luar Paru)
TB juga bisa menyerang organ lain:
TB Kelenjar Getah Bening
- Pembengkakan kelenjar di leher, ketiak, atau selangkangan
- Tidak nyeri saat disentuh
- Bisa pecah membentuk bisul
TB Tulang (Osteomyelitis)
- Nyeri tulang yang terus-menerus
- Pembengkakan di area tulang
- Keterbatasan gerak
TB Otak (Meningitis TB)
- Sakit kepala berat
- Kaku kuduk
- Muntah
- Kejang
- Penurunan kesadaran
TB Ginjal
- Nyeri pinggang
- Darah dalam urine
- Sering buang air kecil
—
Bagaimana TB Menular?
Cara Penularan
TB menular melalui udara (airborne transmission):
- Pasien TB aktif batuk, bersin, atau berbicara
- Droplet berisi bakteri TB keluar dari mulut
- Droplet mengering menjadi droplet nuclei
- Droplet nuclei tetap di udara berjam-jam
- Orang lain menghirup udara terkontaminasi
- Bakteri masuk ke paru-paru
Faktor Risiko Tertular TB
| Faktor Risiko | Risiko Relatif |
|---|---|
| Kontak dekat dengan pasien TB | 10-30x lebih tinggi |
| Hunian padat dan tidak ventilasi | 5-10x lebih tinggi |
| Imunitas lemah (HIV, diabetes) | 20-30x lebih tinggi |
| Merokok | 2-3x lebih tinggi |
| Kurang gizi | 3-5x lebih tinggi |
| Usia >65 tahun | 2-3x lebih tinggi |
Siapa yang Paling Berisiko?
- Tenaga kesehatan: Risiko tertular 10-100x lebih tinggi
- Penghuni penjara: Insidensi 10-100x lebih tinggi
- Pengidap HIV: 20-30x lebih berisiko aktif TB
- Diabetes: 3x lebih berisiko TB
- Perokok: 2-3x lebih berisiko TB
—
Diagnosis TB: Tes dan Pemeriksaan
Tes Skrining Awal
Tes Dahak (Sputum Test)
- Mikroskop: Pemeriksaan dahak dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen
- BTA (Bakteri Tahan Asam): Deteksi basil tahan asam
- Biakan: Menumbuhkan bakteri untuk konfirmasi
Tes Genetik (Molekuler)
- GeneXpert MTB/RIF: Deteksi DNA TB dan resistensi rifampisin dalam 2 jam
- Tes PCR: Konfirmasi dan identifikasi strain
<
