Pendahuluan
Luteng (Taraktogenos kurzii King., sinonim Hydnocarpus heterophylla) adalah pohon hutan yang bijinya menghasilkan minyak chaulmoogra. Minyak ini memiliki sejarah panjang dan penting sebagai obat utama penyakit kusta (lepra) sebelum ditemukannya antibiotik modern.
Deskripsi Botani
Luteng adalah pohon tegak yang besar, mencapai tinggi 5-20 meter. Batangnya berkayu keras dengan kulit berwarna coklat kotor. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur memanjang dengan ujung dan pangkal runcing, berwarna hijau tua mengkilat.
Bunganya majemuk berbentuk payung, tumbuh di ketiak daun, berwarna putih kehijauan. Buahnya buni, berbentuk bulat atau bulat telur, berwarna kuning kecoklatan saat matang. Di dalam buah terdapat biji-biji yang mengandung minyak berkhasiat.
Kandungan Kimia
Biji Luteng mengandung minyak lemak yang terdiri dari asam hidnokarpat dan asam kaulmograt. Senyawa ini bersifat bakterisida kuat terhadap Mycobacterium leprae, bakteri penyebab kusta. Daun dan bijinya juga mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol.
Khasiat Legendaris
Khasiat utama tanaman ini adalah:
- Obat Lepra (Kusta): Minyak bijinya digunakan secara luas untuk mengobati bercak-bercak mati rasa pada kulit penderita kusta.
Cara Penggunaan Tradisional
Untuk pengobatan luar penyakit kulit atau lepra:
- Gunakan minyak yang diperas dari biji Taraktogenos kurzii.
- Oleskan minyak tersebut pada bagian kulit yang sakit atau bercak kusta.
- Catatan: Penggunaan minyak ini harus telaten dan dalam jangka waktu lama.

