Keputihan atau fluor albus adalah keluarnya cairan dari vagina yang bisa bersifat normal maupun abnormal. Keputihan abnormal sering kali disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau ketidakseimbangan pH. Sejak dahulu, wanita Indonesia menggunakan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai antiseptik alami untuk menjaga kebersihan area kewanitaan.
Tanaman Obat untuk Keputihan
Beberapa jenis tanaman yang secara tradisional berkhasiat membantu mengatasi masalah keputihan antara lain:
- Kunyit (Curcuma domestica Val.): Memiliki sifat antibiotik alami dan anti-inflamasi untuk meredakan infeksi.
- Beluntas (Pluchea indica Less.): Daun beluntas dikenal sangat efektif untuk menghilangkan bau tidak sedap dan mengatasi keputihan.
- Delima Putih (Punica granatum L.): Kulit buah delima sering digunakan sebagai astringen untuk mengurangi cairan berlebih.
- Jambu Biji (Psidium guajava L.): Daunnya mengandung tanin yang berfungsi sebagai antiseptik.
- Jintan Hitam (Nigella sativa L.): Sangat disarankan bagi gadis remaja untuk membantu menormalkan hormon dan mengatasi keputihan.
- Asam Jawa: Membantu menjaga keseimbangan pH dan membersihkan saluran reproduksi.
- Alang-alang: Berkhasiat mendinginkan dan membersihkan saluran kemih.
Cara Penggunaan Secara Alami
Cara paling umum adalah dengan merebus bahan-bahan di atas (terutama beluntas, sirih, atau kunyit) lalu airnya diminum atau digunakan sebagai air basuhan luar (cebok) untuk membersihkan area kewanitaan secara lembut. Pastikan bahan sudah dicuci bersih dan air rebusan dalam keadaan hangat kuku sebelum digunakan.
Jika keputihan disertai rasa gatal yang hebat, bau menyengat, atau perubahan warna yang drastis (hijau/abu-abu), segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

