Kumpulan Informasi Tanaman Obat untuk Kesehatan Keluarga

BELUNTAS (Pluchea indica Less.)

Tanaman BELUNTAS (Pluchea indica Less.) termasuk familia Asteraceae. Tumbuh dengan ketinggian 1.000. meter di atas permukaan laut. Dapat ditemui di daerah pantai tumbuh liar. atau sebagai tanaman pagar.
Untuk pengembangbiakannya dengan setek batang yang cukup tua.

Nama lain : baluntas, luntas (Jawa), baluntas (Madura), baruntas (Sunda), lamutasa (Makasar), lenabou (Timor)..
Tanaman ini mengandung : alkaloid, flavonoida, tanin, minyak atsiri, asam chlorogenik, natrium, kalium, aluminium, kalsium, magnesium, dan fosfor.

Kegunaan BELUNTAS (Pluchea indica Less.):
Demam: 15 helai daun beluntas diseduh dengan segelas air panas. Setelah agak dingin, disaring. Diminum sekaligus 1x sehari.

Bau badan dan bau mulut: Beberapa helai daun beluntas nuda dikukus lalu dimakan sebagai lalap.

Pegal – linu: Beberapa helai daun beluntas diseduh dengan segelas air panas. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.

Keputihan: 20 helai daun beluntas, 1 akar tapak liman direbus dengan 1 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diminum sekaligus, 1x sehari.

Nyeri pinggang dan pinggul: 1 akar beluntas, 1 ibu jari kencur, 1 ibu jari temulawak, i ibu jari kunyit direbus dengan 1 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Diminum 1x sehari, sekaligus.

Rematik: Akar beluntas direbus dengan segelas air. Saring, minum 1x sehari sekaligus.

Sakit perut: 20 helai daun beluntas dicuci bersih lalu diremas-remas sampai hancur. Seduh dengan segelas air panas sambil diberi sedikit asam dan garam, lalu disaring. Diminum selagi masih hangat. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.

Nyeri haid: 20 helai daun beluntas dicuci bersih lalu diremas-remas sampai hancur. Seduh dengan segelas air panas sambil diberi sedikit asam dan garam, lalu disaring. Diminum selagi masih hangat. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.

Gangguan pencernaan pada anak: 8 helai daun beluntas dicuci bersih, lalu ditaruh di nasi yang akan ditim.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukasi dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum mencoba pengobatan, suplemen, atau perubahan pola hidup, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.