Deskripsi singkat
Acalypha microphylla L., yang di beberapa daerah dikenal sebagai Teh-tehan merah, adalah semak menahun dengan tinggi sekitar 1–2 meter. Batang tanaman bercabang banyak dan berwarna coklat, sementara daun berwarna merah keunguan yang khas, berbentuk lonjong dengan panjang sekitar 2–4 cm.
Nama daerah
- Jawa: Teh-tehan merah
Habitat dan penyebaran
Tanaman ini sering ditanam sebagai tanaman hias atau pagar dan dapat tumbuh dari dataran rendah hingga pegunungan pada ketinggian antara 100–2.300 meter. Acalypha microphylla dapat beradaptasi pada berbagai jenis tanah, dari pasir hingga tanah liat, dan berbunga terutama pada bulan Juni–September.
Pemanfaatan tradisional
Daun dan bagian lain tanaman digunakan dalam pengobatan tradisional. Beberapa pemanfaatan yang tercatat termasuk sebagai peluruh kentut dan pengurang peradangan ringan. Resep tradisional juga menyebutkan penggunaan rebusan daun untuk mengatasi sakit perut atau sebagai tonik.
Resep tradisional sederhana
- Untuk sakit perut: gunakan 30–60 gram daun segar, cuci bersih, lalu rebus dengan sekitar 200 ml air selama 5 menit; saring dan minum setelah dingin, 2–3 kali sehari.
- Untuk tonik atau pening: rebus 60 gram daun dengan 400 ml air selama 10 menit; saring dan minum pagi dan sore.
Kandungan kimia
Catatan farmakognosi menunjukkan bahwa Acalypha microphylla mengandung alkaloid, saponin, dan flavonoid, yang sering ditemukan pada tanaman obat dan berkontribusi pada penggunaannya secara tradisional.
Perhatian
Informasi ini disusun berdasarkan catatan sumber tradisional. Saya tidak menambahkan klaim medis baru. Jika mempertimbangkan pemakaian obat tradisional, konsultasikan dengan tenaga kesehatan terlebih dahulu, terutama bila sedang memakai obat resep atau memiliki kondisi kronis.
Kesimpulan
Acalypha microphylla adalah semak yang mudah dibudidayakan dan memiliki beberapa kegunaan dalam pengobatan tradisional lokal. Untuk penerapan yang lebih luas, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai keamanan dan efektivitas.

