Pendahuluan
Krokot atau dalam nama ilmiahnya dikenal sebagai Portulaca oleracea L. adalah tanaman yang sering dianggap sebagai gulma di lahan pertanian, namun sebenarnya memiliki potensi kesehatan yang besar. Tanaman ini termasuk dalam famili Portulacaceae dan dikenal dengan berbagai nama daerah seperti Gelang di wilayah Melayu dan Sunda, serta Resereyan di Madura. Krokot memiliki sejarah penggunaan yang panjang dalam pengobatan tradisional di berbagai daerah.
Deskripsi Botani
Secara morfologi, Krokot merupakan tanaman semak semusim yang tumbuh menjalar atau tegak. Batangnya berbentuk bulat, beruas-ruas, dan memiliki warna merah kecoklatan atau kemerahan yang khas. Daunnya merupakan daun tunggal yang tebal dan berdaging (sukulen), berbentuk bulat telur dengan ujung dan pangkal yang tumpul. Tepi daun rata dan letaknya tersebar di sepanjang batang, dengan ukuran panjang sekitar 1 hingga 3 cm dan lebar 1 hingga 2 cm. Tanaman ini memiliki bunga majemuk yang tumbuh di ujung cabang. Bunganya berukuran kecil dengan kelopak berwarna hijau yang bertaju dan bersayap. Mahkota bunganya berbentuk jantung, dan kepala putiknya berjumlah tiga sampai lima dengan warna putih kekuningan. Buahnya berbentuk kotak yang berisi banyak biji, berwarna hijau saat muda. Bijinya sendiri berbentuk bulat, kecil, berwarna hitam mengkilat.
Kandungan Kimia
Berdasarkan analisis fitokimia, herba Krokot diketahui mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat. Kandungan utama yang terdapat di dalamnya antara lain adalah saponin dan flavonoida. Senyawa-senyawa ini berperan penting dalam aktivitas farmakologis tanaman tersebut.
Khasiat dan Kegunaan Tradisional
Dalam pengobatan herbal tradisional, Krokot dipercaya memiliki sifat sejuk dan digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Bagian yang digunakan adalah seluruh bagian tanaman atau herba.
1. Mengatasi Mencret (Diare)
Salah satu penggunaan utama Krokot adalah sebagai obat untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti mencret. Sifat astrigen dan kandungan kimianya membantu memadatkan feses dan meredakan iritasi usus.
2. Penurun Panas (Demam)
Herba ini juga berkhasiat sebagai antipiretik atau penurun panas. Mengonsumsi olahan Krokot dapat membantu menurunkan suhu tubuh saat demam.
3. Radang Lambung
Krokot juga digunakan untuk meredakan peradangan pada lambung (gastritis), membantu menenangkan dinding lambung yang iritasi.
Cara Penggunaan
Untuk memanfaatkan Krokot sebagai obat tradisional, khususnya untuk mengatasi mencret, berikut adalah langkah-langkah pengolahannya:
- Siapkan kurang lebih 30 gram herba segar Portulaca oleracea.
- Cuci bersih tanaman tersebut dengan air mengalir untuk menghilangkan kotoran dan tanah.
- Kukus herbal tersebut sampai matang. Pengukusan bertujuan untuk melunakkan jaringan tanaman dan mematikan bakteri tanpa merusak terlalu banyak kandungan kimianya.
- Setelah matang, herba tersebut dapat dimakan sekaligus sebagai lalapan matang atau sayuran.
Habitat dan Persebaran
Krokot adalah tanaman yang sangat mudah tumbuh dan toleran terhadap kekeringan. Ia dapat ditemukan tumbuh liar di ladang, tepian sawah, kebun, dan tanah kosong yang terpapar sinar matahari langsung. Akarnya yang berupa akar tunggang berwarna putih kotor mampu menembus tanah dengan baik untuk mencari air.

