Pendahuluan
Brotowali atau Antawali (Tinospora tuberculata Beumee atau Tinospora crispa) adalah tanaman obat yang terkenal dengan rasa pahitnya yang luar biasa. “Pahit-pahit obat” adalah ungkapan yang pas untuk tanaman merambat ini, yang menjadi andalan jamu tradisional Indonesia.
Morfologi Tanaman
Tanaman perdu yang memanjat atau merambat. Ciri khas utamanya adalah batangnya yang berbintil-bintil (berbenjol-benjol) rapat, berair, dan berkulit lunak yang mudah terkelupas. Daunnya berbentuk jantung dengan ujung runcing, berwarna hijau segar.
Tanaman ini jarang berbunga, namun jika berbunga, bunganya kecil berwarna hijau muda dalam tandan. Batangnya sangat ulet dan kuat.
Kandungan Kimia
Rasa pahit brotowali berasal dari senyawa pikroretin (picroretine). Juga mengandung alkaloida (berberin), tinokrisposid, saponin, dan tanin. Berberin dikenal memiliki efek antimikroba dan antidiabetes.
Khasiat Utama
Manfaat Brotowali sangat beragam, antara lain:
- Obat Kudis dan Penyakit Kulit: Sifat antiseptiknya mematikan kuman kulit.
- Obat Demam: Menurunkan panas tubuh.
- Obat Kencing Manis (Diabetes): Membantu menurunkan kadar gula darah.
- Peluruh Air Seni.
Resep Obat Kudis
Untuk mengobati kudis atau gatal-gatal:
- Ambil batang segar Brotowali sepanjang 10-15 cm (± 15 gram).
- Potong-potong dan cuci bersih.
- Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih dan air menyusut.
- Dinginkan dan saring.
- Minum airnya tiga kali sehari (pagi, siang, sore). Rasanya sangat pahit, bisa ditambah madu jika tahan.
- (Air rebusan juga bisa digunakan untuk mencuci luka kudisnya).

