Pendahuluan
Bintaro (Cerbera manghas L.) terkenal sebagai pohon peneduh kota dan pengusir tikus (buahnya). Namun, hati-hati, getah dan bijinya mengandung racun jantung yang mematikan (cerberin).
Deskripsi Botani
Pohon setinggi 12-20 meter. Daunnya lonjong mengkilat, tersusun spiral. Bunganya putih dengan pusat merah muda, harum seperti melati. Buahnya bulat telur, berserabut tebal seperti sabut kelapa, awalnya hijau lalu merah tua.
Kandungan Kimia
Mengandung cerberin (glikosida jantung yang toksik), saponin, polifenol. Bijinya paling beracun.
Khasiat Pengobatan
Meskipun beracun, pengobatan tradisional menggunakan bagian tertentu dengan sangat hati-hati:
- Pencahar Kuat: Daun muda, akar, dan kulit batang dipakai sebagai purgatif/urus-urus.
- Obat Kudis: Minyak bijinya untuk obat luar (jangan ditelan/kena luka terbuka).
Resep Pencahar
Peringatan: Gunakan hanya jika sangat terpaksa dan paham dosis. Berbahaya.
- Ambil daun muda Bintaro segar (10 gram).
- Cuci bersih.
- Makan sedikit sebagai lalap (rasanya pahit/sepat).
- Saran: Lebih baik gunakan herbal pencahar lain yang lebih aman (seperti Senna/Jati Cina).
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukasi dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum mencoba pengobatan, suplemen, atau perubahan pola hidup, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.

