ALOCASIA MACRORRHIZA SCHOTT
Botanl
Sinonim
Alocasia alba schott; A. bantamensis Kds.; A.
crassifolia Engl.
Klasifikasi
Divisi
Sub divisi
Kelas
Spermatophyta
Angiospermae
Bangsa
Arales
Aracceae
Alocasia
Alocasia macrorrhiza Schott
Sente
Suku
Marga
Jenis
Nama umum/dagang
Nama daerah
Sumatera
Jawa
Ball
Nusa Tenggara
Sulawesi
Maluku
Deskripsi
Habitus
Batang
Daun
Monocotyledonae
Birah (Batak) Birah (Minangkabau) Bio (Nias)
Sente (Sunda) Sente (Jawa) Bira (Madura)
Biah
Wia (Bima) Mael (Timor)
Bira (Makasar) Birah (Manado) Lawira (Bugis)
Hila (Ambon) Kiha (Halmahera) Kiha (Ternate)
Herba, tahunan, tinggi 1-2 m.
Tegak, tidak berkayu, buiat, putih kekuningan.
Tunggal, bentuk jantung, pangkal berlekuk, ujung
runcing, tepi rata, panjang 25-75 cm, lebar 30-60
cm, hijau.
Bunga
Buah
Biji
Akar
Tongkol, silindris, di ketiak daun, tangkai 20-30 cm,
ramping, hijau.
Buni, diameter + 5 cm, hijau.
Bulat panjang, beralur membujur, hijau.
Serabut, putih.
Khasiat
Getah tangkai daun Alocasia macrorrhiza berkhasiat sebagai obat batuk,
Untuk obat batuk dipakai lebih kurang 10 tetes getah tangkai daun
Alocasia macrorrhiza, diseduh dengan 1/2 gelas air matang panas. Hasil
seduhan diminum sekaligus.
Kandungan klmra
Batang dan tangkai daun Alocasia macrorrhiza mengandung saponin,
tlavonoida dan polifenol, sedang rimpangnya mengandung saponin.
Gambar 14. Alocasia macrorrhiza Schott

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukasi dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum mencoba pengobatan, suplemen, atau perubahan pola hidup, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.
