Pendahuluan
Kelembak (Rheum officinale Baill.) adalah tanaman obat yang akarnya sangat berharga dalam industri jamu dan tembakau. Tanaman ini berasal dari dataran tinggi Asia dan telah lama diadaptasi di Indonesia, terutama di daerah pegunungan seperti Dieng. Dalam dunia farmasi, ia dikenal sebagai Rhubarb.
Morfologi Tanaman
Kelembak adalah semak tahunan dengan tinggi 25-80 cm. Batangnya pendek dan tebal, sebagian besar berada di dalam tanah sebagai rimpang yang masif dan beralur melintang, berwarna coklat. Daunnya sangat besar, berbentuk bulat telur melebar dengan pangkal berbentuk jantung. Tangkai daunnya panjang dan berdaging, seringkali berwarna kemerahan.
Bunganya majemuk dan tersusun dalam malai yang besar dan bercabang. Mahkota bunga berwarna putih kehijauan atau merah muda. Buahnya berbentuk padi, bersayap tiga, dan berwarna merah.
Kandungan Kimia
Akar Kelembak kaya akan senyawa antrakuinon (seperti rhein dan emodin) yang memberikan efek pencahar. Selain itu, mengandung glikosida, saponin, flavonoida, tanin, dan polifenol. Kandungan inilah yang memberikan aroma khas dan efek farmakologisnya.
Manfaat dan Kegunaan
Kelembak memiliki dua kegunaan utama di Indonesia:
- Obat Urus-urus (Pencahar): Digunakan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi.
- Bumbu Rokok: Akar kelembak yang dikeringkan dan dirajang digunakan sebagai campuran tembakau dalam rokok klembak menyan yang khas di Jawa Tengah.
Resep Tradisional
Untuk mengatasi susah buang air besar:
- Ambil akar segar Rheum officinale sebanyak kurang lebih 10 gram.
- Rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit.
- Dinginkan dan saring.
- Minum ramuan ini sekaligus.

