Pendahuluan
Ceguk atau Wudani (Quisqualis indica L.) adalah tanaman hias merambat yang populer karena keindahan bunganya. Tanaman ini sering ditanam di pagar-pagar rumah. Namun, di balik keindahannya, biji dari tanaman Ceguk memiliki khasiat obat yang sangat ampuh dan telah diakui baik dalam pengobatan tradisional maupun farmakologi modern.
Morfologi Tanaman
Ceguk adalah semak yang tumbuh membelit atau memanjat. Batangnya berkayu dan percabangannya bersifat simpodial. Cabang mudanya berbulu dan seringkali memiliki duri pada bekas tangkai daun yang mengeras. Daunnya tunggal, tumbuh berhadapan atau tersebar, berbentuk bulat telur dengan ujung runcing dan pangkal tumpul.
Bunganya sangat khas, tumbuh dalam bulir di ujung cabang. Saat baru mekar, bunga berwarna putih, kemudian berubah menjadi merah muda, dan akhirnya merah tua sebelum layu. Buahnya berbentuk batu yang memanjang dan bersayap lima, berwarna coklat tua saat matang. Di dalamnya terdapat biji kecil yang pipih berwarna hitam.
Kandungan Kimia
Bagian yang paling berkhasiat adalah biji dan akarnya. Tanaman ini mengandung alkaloida (terutama quisqualic acid), saponin, dan flavonoida. Senyawa asam kuiskualat inilah yang memiliki efek antelmintik (anti-cacing).
Khasiat: Obat Cacing
Biji Ceguk secara spesifik digunakan sebagai obat cacing, terutama ampuh untuk membasmi cacing gelang (Ascaris) dan cacing kremi pada anak-anak.
Cara Penggunaan
Hati-hati dalam penggunaan biji Ceguk karena jika berlebihan dapat menyebabkan cegukan (hiccups) atau pusing. Berikut dosis amannya:
- Siapkan biji Quisqualis indica yang sudah tua sebanyak kurang lebih 2 gram.
- Sangrai biji tersebut (digoreng tanpa minyak) sampai matang.
- Tumbuk biji sangrai sampai halus menjadi serbuk.
- Seduh serbuk tersebut dengan 1 gelas air matang panas.
- Biarkan hingga dingin, kemudian minum air seduhan beserta ampas halusnya sekaligus.
Efek Samping
Perlu diperhatikan bahwa konsumsi biji ceguk yang berlebihan dapat menyebabkan efek samping ringan seperti cegukan, mual, atau sakit perut. Sebaiknya perhatikan dosis yang dianjurkan.

