Pendahuluan
Apel (Pyrus malus L. atau sinonimnya Malus domestica) adalah salah satu buah paling populer di dunia. Meskipun lebih dikenal sebagai buah meja yang lezat dan bergizi, Apel juga memiliki tempat dalam pengobatan tradisional. Di Indonesia, apel jenis tertentu dibudidayakan di dataran tinggi seperti Malang.
Deskripsi Botani
Tanaman Apel berbentuk perdu atau pohon kecil dengan tinggi 3-5 meter. Batangnya berkayu, bulat, dan bercabang banyak. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur dengan ujung dan pangkal runcing serta tepi yang bergerigi. Permukaan daun seringkali berbulu halus, terutama pada sisi bawah.
Bunganya tumbuh dalam malai di ujung cabang, berwarna putih dengan semburat merah muda. Benang sarinya banyak dengan kepala sari berwarna kuning. Buahnya bertipe buni, berbentuk bulat dengan lekukan di bagian pangkal (tangkai) dan ujungnya. Warna kulit buah bervariasi dari hijau, kuning, hingga merah tergantung varietasnya.
Kandungan Kimia
Apel kaya akan fitonutrien. Buah dan daunnya mengandung saponin dan flavonoida (termasuk quercetin). Buahnya juga kaya akan polifenol, serat pektin, vitamin C, dan asam malat.
Khasiat Kesehatan
Pepatah “An apple a day keeps the doctor away” memiliki dasar kebenaran. Salah satu khasiat spesifik yang dicatat dalam pengobatan tradisional adalah kemampuannya menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Obat Tekanan Darah Tinggi
Kandungan kalium, serat, dan antioksidan dalam apel membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan meregulasi tekanan darah.
Cara Konsumsi untuk Obat
Untuk tujuan pengobatan tekanan darah tinggi secara rutin:
- Siapkan buah Apel segar (Pyrus malus) sebanyak kurang lebih 50 gram (sekitar setengah buah ukuran sedang).
- Cuci bersih buah tersebut.
- Kukus buah apel sampai matang. Pengukusan dipercaya membuat tekstur lebih lunak dan mudah dicerna tanpa banyak merusak nutrisi.
- Setelah dingin, makan buah apel kukus tersebut sekaligus.
- Lakukan secara rutin.
Pertanian
Apel memerlukan iklim subtropis atau dataran tinggi tropis yang sejuk untuk dapat berbunga dan berbuah dengan baik. Tanaman ini biasanya diperbanyak dengan cara okulasi atau sambung pucuk.

