Kumpulan Informasi Tanaman Obat untuk Kesehatan Keluarga

Krambilan (Biophytum sensitivum DC.)

Deskripsi Tanaman Krambilan

Krambilan (Biophytum sensitivum DC.) adalah tanaman herba kecil yang tumbuh tinggi antara 5 hingga 20 cm. Batangnya bulat, tidak bercabang, dan memiliki warna merah muda yang khas. Daunnya berupa daun majemuk menyirip yang tersusun dalam roset batang, mirip menyerupai pohon kelapa dalam bentuk mini.

Klasifikasi Botani

  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub Divisi: Angiospermae
  • Kelas: Dicotyledonae
  • Suku: Oxalidaceae
  • Marga: Biophytum

Nama Daerah

Tanaman unik ini dikenal dengan nama Daun hidup (Melayu), Ki payung kalapaon (Sunda), Krambilan (Jawa Tengah), serta Golofino atau Gogiolo di daerah Maluku.

Khasiat dan Manfaat

Secara tradisional, herba krambilan digunakan untuk:

  • Peluruh air seni (Diuretik)
  • Obat pereda otot kejang (Antispasmodik)

Cara Penggunaan untuk Peluruh Air Seni

Sediakan ± 20 gram herba krambilan segar. Cuci bersih, lalu rebus dengan 2 gelas air selama kurang lebih 20 menit. Setelah dingin, saring airnya dan minum secara rutin untuk melancarkan pembuangan air seni.

Kandungan Kimia

Tanaman krambilan mengandung senyawa aktif berupa saponin, flavonoida, dan tanin.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukasi dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum mencoba pengobatan, suplemen, atau perubahan pola hidup, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.