Kumpulan Informasi Tanaman Obat untuk Kesehatan Keluarga

Puspa (Schima noronhae Reinw.)

Pendahuluan

Puspa atau Seru (Schima noronhae Reinw., sering disamakan dengan Schima wallichii) adalah pohon penghasil kayu pertukangan yang berkualitas baik. Pohon ini mendominasi hutan pegunungan di Jawa Barat. Selain kayunya, bunga Puspa yang indah memiliki khasiat obat.

Morfologi Tanaman

Puspa adalah pohon besar yang tingginya bisa mencapai 40 meter, namun deskripsi simplisia sering menyebutkan 7-10 meter (mungkin pohon muda). Batangnya tegak, bulat, dan berkayu keras. Daunnya tunggal, berkumpul di ujung ranting, berbentuk lonjong, tebal seperti kulit, dan berwarna hijau tua (merah muda saat pupus).

Bunganya tunggal, berukuran cukup besar, berwarna putih dengan benang sari kuning emas yang menyolok di tengahnya. Bunga ini harum dan sering ditemukan berserakan di bawah pohon. Buahnya berbentuk kotak yang keras, berisi biji-biji kecil bersayap.

Kandungan Kimia

Bunga, buah, dan daun Puspa mengandung saponin dan tanin. Bunganya mengandung alkaloida, sedangkan daunnya mengandung flavonoida. Kandungan-kandungan ini memberikan efek farmakologis tertentu.

Khasiat Pengobatan

Bunga Puspa secara tradisional dimanfaatkan untuk kesehatan reproduksi wanita, khususnya sebagai:

  • Peluruh Haid (Emmenagogue): Membantu melancarkan menstruasi yang tidak teratur.

Cara Penggunaan

Untuk melancarkan haid:

  • Ambil bunga Puspa segar sebanyak kurang lebih 15 gram.
  • Seduh dengan 1 gelas air matang panas (seperti membuat teh).
  • Biarkan hingga dingin, kemudian saring.
  • Minum air seduhan tersebut sekaligus.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini hanya bersifat edukasi dan bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan sebelum mencoba pengobatan, suplemen, atau perubahan pola hidup, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.