Pendahuluan
Salak (Salacca edulis Reinw. atau Salacca zalacca) adalah buah asli Indonesia yang sangat populer. Dikenal sebagai “Snake Fruit” di dunia internasional karena kulit buahnya yang bersisik seperti ular. Salak pondoh dan salak bali adalah beberapa varietas unggulan yang terkenal.
Deskripsi Botani
Salak adalah tanaman palma yang tumbuh berumpun, berduri banyak, dengan tinggi 2-3,5 meter. Batangnya pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup pelepah daun. Daunnya majemuk menyirip, panjang, dengan tangkai berduri tajam. Anak daun berbentuk lanset dengan permukaan bawah berwarna keputihan (berlapis lilin).
Tanaman ini berumah dua (dioecious), artinya bunga jantan dan betina berada di pohon yang berbeda, sehingga memerlukan penyerbukan bantuan. Buahnya tersusun dalam tandan, berbentuk segitiga atau bulat telur terbalik, dengan kulit bersisik coklat. Daging buahnya berwarna putih kekuningan, renyah, dan berbiji keras.
Kandungan Kimia
Daging buah salak mengandung nutrisi seperti karbohidrat, kalsium, fosfor, dan zat besi. Secara fitokimia, buah ini mengandung tanin, saponin, dan flavonoida. Kulit ari tipis yang membungkus daging buah kaya akan serat.
Khasiat: Obat Mencret
Sama seperti jambu biji, salak (terutama yang masih muda atau sepat) mengandung tanin yang berkhasiat sebagai antidiare atau obat mencret alami. Mengonsumsi salak terlalu banyak juga diketahui dapat menyebabkan sulit buang air besar (konstipasi).
Cara Penggunaan
Untuk mengatasi mencret:
- Ambil daging buah salak yang masih muda sebanyak kurang lebih 20 gram.
- Kupas kulit luarnya.
- Makan buah tersebut sekaligus (sebaiknya beserta kulit arinya).

